Mengapa Berhijab?  

Posted by: Unknown

Tulisan ini adalah buah karya adik tercinta, Qori. Beberapa hari yang lalu dia menulisnya sebagai note di facebook dan menandai saya dalam tulisan ini. Setelah selesai membaca, langsung dapet ide buat ngepost tulisan ini ke blog saya, secara sudah lumayan lama saya nggak ngeposting tulisan-tulisan baru.

Sebuah tulisan yang menurut saya bagus tentang betapa pentingnya berhijab untuk kaum hawa. Semoga bermanfaat yaa….


25 Juni 2014 pukul 20:15
Bismillahi

Bagiku berhijab adalah sebuah KEWAJIBAN bukan hanya sekedar KEMAUAN sehingga harus menunggu kesiapan terlebih dahulu.
Berhijab sudah pasti berjilbab. Namun Berjilbab belum tentu berhijab.
Hijab adalah tameng/ pembatas/ penutup.
Hijab yang telah Allah tetapkan bagi wanita muslim yaitu Jilbab (pakaian kurung) dan Khimar (kain yang menutupi kepala hingga menjulur menutupi dada)

Bagiku..
Hijab bukti tanda taat seorang muslimah pada ketentuan Illahi Rabbi.
Hijab ku tanda baktiku untuk Abah dan Ibu.
Hijab ku tanda sayang ku pada kakak dan adik laki-laki ku.
Hijab ku tanda aku menjaga titipan yang Allah amanahkan atas diriku.
Hijab ku telah menseleksi lingkungan secara alamiah.

Aku memang belum baik, maka aku berusaha untuk menjadi lebih baik.
Salah satunya dengan patuhku pada aturan Allah yaitu berhijab.
Aku belum bisa membalas jasa Abah dan Ibu maka itu aku berhijab.
Aku tak ingin kebaikan-kebaikan orang tuaku hangus karena dosa dosa yang ku buat. 


Aku tak ingin perlahan-lahan mendorong Abah dan adik laki-laki ku ke neraka jahannam karena aku lalai akan Kewajiban Berhijab.
Hijab ku membuat aku tetap menjadi orang baik meski dikerumunan yang kadang tak mendukung.
Hijabku bukti tanda aku menjaga titipan yang Allah amanahkan padaku^^

KISAH EMPAT LILIN  

Posted by: Unknown


Rasanya sudah amat sering saya membaca kisah inspiratif ini. Entah itu disebuah acara motivasi atau di sebuah kajian-kajian yang tentu saja membahas tentang harapan. Dan lagi lagi kali ini saya dipertemuakan kembali dengan kisah empat lilin ini, tapi bedanya tak pada sebuah acara motivasi melainkan pada sebuah buku yang baru saya beli kemarin. Sebuah buku tentang pendidikan yang menjadikan kisah ini prolog dari buku tersebut. Hmm mengingatkan saya bahwa akan selalu ada harapan disetiap matahari terbit. Berikut kisahnya…….


Ada empat lilin yang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Yang pertama berkata: “Aku adalah Perubahan. Namun manusia tak mampu berubah, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang Lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Imam. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku. Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga berbicara: “Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga……
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Eh, apa yang terjadi?!
Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
“Jangan takut. Jangan menangis. Selama aku masih ada dan menyala, Kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya: Akulah Harapan.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin harapan, kemudian menylakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati di dunia ini adalah Harapan yang ada dalam hati kita dan semoga masing-masing dari  diri kita dapat menjadi alat seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Cinta dan Perubahan dengan sebuah Harapan!

Kisah ini satu paket bagi para psimistis. Mereka harus sadar bahwa harapan akan selalu ada. ^^
 Juga saya. Kisah ini sebagai reminder diri untuk selalu menyalakan harapan di sebelum kata-kata putus asa terucap dari mulut.

#Lia

Jakarta, 05 April 2014 

Gumamanku Sampai di Jakarta  

Posted by: Unknown




Jakarta, 07 April 2012    


 Sudah menjadi tabiat burukku, selalu men-snooze alarm yang sudah aku setting dimalam sebelum beranjak tidur, padahal tujuannya agar bangun pagi tapi sungguh melawan syaitan-syiatan yang bergelayutan dikelopak mata ketika pagi menjelang adalah hal paling sulit.  

      Ditambah lagi cuaca pagi ini yang dibuka dengan berkah indah dari Sang Pemilik Alam. Hujan tadi malam masih betah rupanya singgah di Jakarta. Mendukung sekali untuk tetap merebahkan tubuh diatas kasur, setelah tiba-tiba ingat kalau ada kuliah pagi, cepat-cepat aku bergegas menuju kamar mandi. 

      Bismillahi tawakkaltu alallah lakhaula wala kuwwata ila billahil ‘aliyil adzim”, kulafalkan doa keluar rumah dan mantab dengan niat menimba ilmu menuju kampus tercinta. Ku genggam erat payung berwarna shoking pink sambil menyusuri jalanan komplek yang sepi, tidak seperti hari-hari biasanya yang ramai oleh para Ibu-ibu di tukang sayur langganan. 

      Hah bisa ditebak, jalanan menuju kampus pasti akan macet melebihi hari biasa ketika hujan datang. Ada sedikit “usaha tambahan” yang aku lakukan ketika angkot yang aku naiki tidak berjalan 1cm pun. Jalan kaki keluar dari daerah macet. Sudah biasa kulakukan. Karena aku percaya setiap langkah menuju niat baik pasti akan terhitung pahala di mata Allah, meskipun kepaksa juga sih hehe takut telat nyampe kampus. Ya itung-itung jalan-jalan pagi. Terkadang aku harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, hmm kalian tahu daerah Pasar Bintaro? nah dari situ biasa aku mulai dan akan bermuara di daerah veteran tempat bus-bus merah Agra Mas menurunkan penumpangnya. Jaraknya sekitar 2 km.

        Tiba-tiba ingatan silih berganti datang menghiasi otakku, teringat dulu waktu SMA pernah aku bergumam sendiri ingin melanjutkan kuliah di Jakarta. Haha tertawa sendiri ketika mengingatnya. Ternyata Allah mendengar dan mengabulkan gumamanku..aaah bodohnya aku yang tak menyadari kalau setiap ucapan yang keluar dari mulut kita adalah sebuah doa. Aku hanya bergumam waktu itu, tidak serius berdoa dengan menengadahkan tangan meminta pada Sang Khalik untuk bisa kuliah di Jakarta. Allah Maha Mendengar, hanya sebuah gumaman saja sudah Allah kabulkan apalagi yang benar-benar serius berdoa..Alhamdulillah, gumaman yang berkah.      

      Dan perlu kalian tahu, kuliah di Jakarta adalah angan-angan indahku saja waktu SMA dulu. Memang Allah penentu segalanya,,yang mungkin bisa jadi tak mungkin, yang tak mungkin bisa jadi mungkin. Alhamdulillah.. kini banyak cerita yang Allah beri dari gumaman berkah di waktu SMA dulu :)))


NB: coretan kecil yang aku temukan di buku harian.
 

     

Trial Posting  

Posted by: Unknown



Sudah seminggu ini dibuat gundah gulana sama blog saya yang ngga bisa dibuka. Semacam unconnect gitu kalau langsung masuk ke alamat blog..huaaaa hectic duluan abisan T.T
Kata Izi “cari solusinya!”

Okedeh…ini trial posting  . semoga bisa *wish ..

Nidji Mode : On  

Posted by: Unknown



Huaaaa … baiklah entah kenapa dan entah mengapa 2hari ini saya memutar lagu ini terus-terusan pas buka laptop. Galau? Engga juga sih, hmm say no to galau haha. Pengen aja dengerin lagu ini, rasanya bunga bertebaran disekeliling pas lagu ini diputar hihi lalalala :p

Yang pasti bukan lagu galau laah. Yang bisa bikin kita jadi tiba-tiba slow mellow gitu..bukan..bukan.. Cekidot aja ke lirik laguya dibawah ini yap :) 

Bila aku jatuh cinta
Aku mendengar nyanyian
1000 dewa dewi cinta
Menggema dunia

Bila aku jatuh cinta
Aku melihat matahari
Kan datang padaku
Dan memelukku dengan sayang

Bila aku jatuh cinta
Aku melihat sang bulan
Kan datang padaku
Dan menemani aku

Melewati dinginnya mimpi
Melewati dinginnya mimpi
aaaa.

Bila aku jatuh cinta
jatuh cinta
Bersama dirimu
Peluk aku
dan ciumlah aku
Sayang

#Bogor, 19 November 2013