Selamat Hari Blogger !!!  

Posted by: Unknown

Assalamualaikum cantik…. J





Betewe posting kali ini, mau nyucapin selamat hari blogger nasional untuk kalian para blogger seluruh duniaaa eh maksudnya seluruh Indonesia hehe. Iyah baru tau kalo ternyata tanggal 27 Oktober itu diperingati sebagai hari blogger nasional, kalo ini jelas-jelas namanya kudet parah >.<

Tapi eniwei..berhubung hari ini hari blogger nasional saya mau sedikit cerita tentang awal mula saya tertarik nulis di blog. Sebenernya sih, jauh sebelum kenal blog saya udah suka nulis di buku dairy hehe. Dulu pertama nulis pas masa-masa SMP, cuman nyeritain kejadian sehari-sehari sih, dari mulai cerita di sekolah sampai pas dimarahin ibuk. Tapi hampir tiap hari loh nulisnya pas mau tidur pula hehe karena menurut saya menjelang tidur itu timingnya pas banget buat flashback kejadian seharian yang udah dilaluin. 

Sampe sekarang buku dairynya masih ada dan aku simpen baik, jadi lucu dan ketawa sendiri kalo dibaca ulang. Kebiasaan nulis diary juga kebawa sampe kuliah. selama 4 tahun kuliah ada 2 buku dairy hasil karya saya haha.. tapi ya gitu, nulis dairy pas kuliah gak tiap hari karena udah harus berbagi ama blog. Eciee..

Mulai kenal blog ketika SMA kelas 3, waktu itu ada tugas akhir yang mengharuskan siswa membuat sebuah blog. Sederhana sih, cuman bikin akun blognya kemudian di kasi template yang manis trus diisi biodata kita. Udah gitu aja.. belum tau kalo blog adalah tempat nulis yang asik. Dulu pertama bikin blog dibantuin sama mantan pacar (sekarang uda jadi tunangan hehe J), ya itung-itung pedekate jadinya si doi baik banget bantuin saya bikin blog.

Dan sampai sekarang masih agak aktif nulis di blog. Kenapa “agak aktit” karena memang gak setiap hari posting, cuman kalo sempet dan pengen aja. Tapi meskipun gitu  kebiasaan nulis di blog atau diary InsyaAllah gak akan luntur karena menurut saya nulis adalah ajang membebaskan hati, soalnya kalo abis nulis hati rasanya plong dan legaa dan itu enggak tau kenapa..

Meskipun blog dan tulisan saya gak sekeren dan sekece blognya Bang Radit, bang Alit ato bang Okaa yang setiap detiknya dikunjungi beribu ribu pembaca tapi semangat menulis saya akan membara seperti bajaa (y)..

Ya untung-untung bisa bermanfaat untuk orang lain hehe aamiin . Semangat menulis yaa readers J

Woothcaaaaa !!

*Jakarta, 27 Oktober 2014 

Wis-Uda-h  

Posted by: Unknown


Wah uda lama nih nggak ngepos hehe maklum kemarin-kemarin sibuk ngurusin munaqosah lanjut revisi dan ribet harus penuhin persyaratan wisuda. Finally…bisa dengan lantang I say Alhamdulillah. Alhamdulillah telah Allah beri kelancaran serta kemudahan disetiap jengkal prosesnya. Alhamdulillah ya Allah semoga berkah dan barokah ilmu yang saya peroleh, aaminn.

Wisuda udah di depan mata. Momen yang saya nanti-nanti bahkan ketika awal masuk kuliah di semester pertama, bayangan memakai toga sudah terangkai indah dipikiran saya. Ah tak apa lah dibayangain yang indah-indah dulu biar jadi penyemangat kuliah hehe. Ingat jelas, saya menuliskan beberapa doa spesial di buku harian saya dan salah satunya adalah lulus dan wisuda tahun 2014. Allah Maha Pengabul doa, doa apapun yang kita panjatkan akan diijabah olehNya meskipun tidak semua terkabul dengan apa yang kita inginkan tetapi pasti Allah akan menjawab doa kita dengan caraNya yang selalu indah. Dan kali ini Allah mengiijabah saya lulus dan wisuda di tahun 2014. Alhamdulillah..

Tetapi alasan terkuat adalah saya pengen merajut senyum merekah untuk abah dan ibu di hari wisuda saya nanti. Dua orang yang sangat berarti dikehiduoan saya…

Wisuda apa wis-uda-h?? hehe :)


I’m coming 08 Nopember 2014 :*

Undangan Keberkahan  

Posted by: Unknown


“Ramadhan seolah menjadi jembatan yang akan mengantar kita merengkuh jarak yang paling dekat dengan yang Maha Mencinta”

Setiap kali hendak memasuki bulan Ramdahan, pastilah hati ini berdebar-debar. Tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ada rasa gugup, ada kecemasan, ada rasa penuh harap. Tak bisa terkatakan.

Ramadhan laksana sebuah undangan dari sang Maha Kekasih untuk para pecinta. Ramadhan seolah sebuah gerbang menuju sebuah kota, tempat dimana cinta melimpah, rindu mengobak bergulung-gulung dan segala kebaikan menyebar di segala arah.

Kini kita berada pada batas yang mengabarkan sebuah kemuliaan yaitu akan datang dan sekali lagi kita beruntung bertemu Ramdhan.

Bila diibaratkan, bayangkanlah saat ini kita mendapat undangan, untuk datang bertemu dengan seseorang yang kita anggap mulia dan selalu kita impi-impikan untuk bertemu. Mungkin contohnya presiden, jenderal, atau mungkin juga seorang ulama terkenal, yang mengundang kita pergi bersamanya. Dalam pertemuan itu, kita bertanya apa saja kepada sang tuan. Kita bisa mengadukan hampir segala uneg-uneg yang ada. Kita bisa bercengkrama bisa sharing sehari penuh, tanpa ada yang mengganggu.

Segala persiapan tentu akan kita lakukan. Dari memilih baju yang paling indah sampai menyiapkan daftar kata-kata. Dari berbenah diri sampai menentukan posisi bicara. Kita tak bisa tidur memikirkan itu semua. Bahkan kita merakan waktu berjalan begitu lambat untuk sampai pada waktu yang ditunggu-tunggu itu.

Baiklah saya rasa sudah cukup perumpaannya. Karenaa…

Ramadhan lebih dari itu. Ramadhan lebih dari undangan, dari seorang raja sekalipun. Bahkan panggilan dari seorang presidenpun. Ramadhan adalah panggilan dari yang Maha Memiliki. Ramadhan adalah undangan dari Allah Rabbul Izzati untuk para pecinta Ilahi agar datang dan mendekat lebih dekat dan dekat lagi. 

Ramadhan adalah undangan Sang Maha Kekasih, untuk para kekasih-kekasihNya mengadukan kerinduan. Pada malam-malam hening, di dalam sujud dan rukuk, dalam takbir dan tahiyat. Ramadhan seolah menjadi jembatan kita utuk merengkuh jarak terdekat dengan yang Maha Mencinta. Berduyun-duyun merebut nikmat dan kebaikan seolah taka ada habisnya dan memang tak akan pernah habis.

Persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk memenuhi undangan itu? Aaah hampir 10 hari pertama Ramdhan terlewat begitu saja. Apa saja rencana yang sudah terlaksana di beberapa hari yang lalu? Semoga Allah meridhoi semua langkah baik serta lantunan doa disetiap sujud kita selama undanganNya berlangsung.. Aamiin..

Sekali lagi..

Marhaban ya Ramadhan, peluklah aku dan keluargaku dalam ridho dan berkahmu. Aamiin..

 “Tulisan ini terinspirasi setelah saya membaca sebuah buku yang berjudul Living Islam. Kepada penulis hebat Herry Nurdi, terimakasih karena sudah menciptakan sebuah kumpulan kata yang sarat dengan ilmu baru, sangat bermanfaat bagi saya yang notabene jarang melahap tulisan tulisan Islam… Banyak ilmu baru yang saya pelajari dari karya hebat beliau. Tentunya mengenai Islam..”

Keep Reading Readers J

Semoga bermanfaat…

Jakarta, 05 Juli 2014 

Mengapa Berhijab?  

Posted by: Unknown

Tulisan ini adalah buah karya adik tercinta, Qori. Beberapa hari yang lalu dia menulisnya sebagai note di facebook dan menandai saya dalam tulisan ini. Setelah selesai membaca, langsung dapet ide buat ngepost tulisan ini ke blog saya, secara sudah lumayan lama saya nggak ngeposting tulisan-tulisan baru.

Sebuah tulisan yang menurut saya bagus tentang betapa pentingnya berhijab untuk kaum hawa. Semoga bermanfaat yaa….


25 Juni 2014 pukul 20:15
Bismillahi

Bagiku berhijab adalah sebuah KEWAJIBAN bukan hanya sekedar KEMAUAN sehingga harus menunggu kesiapan terlebih dahulu.
Berhijab sudah pasti berjilbab. Namun Berjilbab belum tentu berhijab.
Hijab adalah tameng/ pembatas/ penutup.
Hijab yang telah Allah tetapkan bagi wanita muslim yaitu Jilbab (pakaian kurung) dan Khimar (kain yang menutupi kepala hingga menjulur menutupi dada)

Bagiku..
Hijab bukti tanda taat seorang muslimah pada ketentuan Illahi Rabbi.
Hijab ku tanda baktiku untuk Abah dan Ibu.
Hijab ku tanda sayang ku pada kakak dan adik laki-laki ku.
Hijab ku tanda aku menjaga titipan yang Allah amanahkan atas diriku.
Hijab ku telah menseleksi lingkungan secara alamiah.

Aku memang belum baik, maka aku berusaha untuk menjadi lebih baik.
Salah satunya dengan patuhku pada aturan Allah yaitu berhijab.
Aku belum bisa membalas jasa Abah dan Ibu maka itu aku berhijab.
Aku tak ingin kebaikan-kebaikan orang tuaku hangus karena dosa dosa yang ku buat. 


Aku tak ingin perlahan-lahan mendorong Abah dan adik laki-laki ku ke neraka jahannam karena aku lalai akan Kewajiban Berhijab.
Hijab ku membuat aku tetap menjadi orang baik meski dikerumunan yang kadang tak mendukung.
Hijabku bukti tanda aku menjaga titipan yang Allah amanahkan padaku^^

KISAH EMPAT LILIN  

Posted by: Unknown


Rasanya sudah amat sering saya membaca kisah inspiratif ini. Entah itu disebuah acara motivasi atau di sebuah kajian-kajian yang tentu saja membahas tentang harapan. Dan lagi lagi kali ini saya dipertemuakan kembali dengan kisah empat lilin ini, tapi bedanya tak pada sebuah acara motivasi melainkan pada sebuah buku yang baru saya beli kemarin. Sebuah buku tentang pendidikan yang menjadikan kisah ini prolog dari buku tersebut. Hmm mengingatkan saya bahwa akan selalu ada harapan disetiap matahari terbit. Berikut kisahnya…….


Ada empat lilin yang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Yang pertama berkata: “Aku adalah Perubahan. Namun manusia tak mampu berubah, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang Lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Imam. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku. Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga berbicara: “Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga……
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Eh, apa yang terjadi?!
Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
“Jangan takut. Jangan menangis. Selama aku masih ada dan menyala, Kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya: Akulah Harapan.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin harapan, kemudian menylakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati di dunia ini adalah Harapan yang ada dalam hati kita dan semoga masing-masing dari  diri kita dapat menjadi alat seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Cinta dan Perubahan dengan sebuah Harapan!

Kisah ini satu paket bagi para psimistis. Mereka harus sadar bahwa harapan akan selalu ada. ^^
 Juga saya. Kisah ini sebagai reminder diri untuk selalu menyalakan harapan di sebelum kata-kata putus asa terucap dari mulut.

#Lia

Jakarta, 05 April 2014