Hening dan Cerita  

Posted by: Unknown



Semestinya rindu ini tau jalan tuk kembali, bukan diam atau malah tersesat,,dan lebih tepatnya tak diijinkan tuk tinggal. Pada akhirnya diamku yang menghamba tuk mengalah..

 Mungkinkah keheningan punya cerita?? Semoga iya, karena bagiku memang iya..

Karena heningku tak bermaksud menduakanmu. Ini hening yang sakral, untukku sendiri bukan untukmu atau yang lain..

Ini hening yang sakral, yang berwarna,,seperti heningnya sang pelangi rindu.. 


#Jakarta, 15 Mei 2013

Sang Pemimpi  

Posted by: Unknown



Judul : Sang Pemimpi
Karya : Andrea Hirata
Tebal Buku : 247 Halaman
Tahun Terbit : 2006
Penerbit : Bentang

Novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi hasil karya sasrwan dan penulis hebat, Andrea Hirata.
Novel yang terbit pada tahun 2006 ini adalah novel kedua bang Andrea yang sangat sukses menarik animo pecinta novel, buktinya dalam kurun waktu yang tidak lama sudah terjual beberapa juta eksemplar..wawww !! tapi memang membeli novel ini sama sekali ngga bikin nyesel.

Bukti lain adalah pada tahun 2009 munculah film “Sang Pemimpi” yang ceritanya diadaptasi dari tetralogi kedua novel Laskar Pelangi ini. Daan sampai sekarang aku belum nonton filmya sungguh kasiannya aku T_T

Sebenarnya aku sudah lama membaca Sang Pemimpi, kalau tidak salah ketika jaman-jamannya SMA dulu. Kenangannya dulu kita (Halimatus, Aku, Rahel dan Putri) harus nunggu giliran untuk membaca novel ini hehe (novelnya satu peminatnya banyak). Ohiyah, bigthanks buat Halimatus, selaku teman, sahabat, teman sebangku 3tahun emm bisa dibilang soulmate yang mengenalkanku pada karya-karya hebat Andrea Hirata #CiumGendukHalimatus:*

Oke, Sang Pemimpi adalah sebuah novel yang disajikan dengan gaya bahasa yang mengasyikkan, sangat menantang untuk dibaca tentunya, satu lagi, novel yang membuatku candu untuk terus membolak balik halaman demi halaman. Membacanya seperti naik rollecoaster *oke, ini lebay :D, tapi memang moodku berubah-ubah, tertawa, termotivasi, bangga dan haru dalam jeda waktu yang sangat singkat, aku sungguh menikmatinya hingga huruf terakhir.

Tak jauh beda dengan novel sebelumnya (Laskar Pelangi), Sang Pemimpi mengkisahkan tentang kekuatan mimpi, persabahatan antara Ikal dan Arai, ambisi, cara memaknai hidup dan tak luput juga kisah cinta “tak terbalas” antara Arai dan Zakiah. 

Ikal dan Arai yang menjadi tokoh sentral, dengan mimpi dua anak SMA Belitong yang sangat berambisi sekolah di Perancis dan itu terbukti mereka bisa melanjutkan mimpi mereka ke Perancis.
Selain Ikal dan Arai tokoh lain adalah Jimron, anak yatim piatu yang diasuh oleh orang lain. Jmpron sangat suka dengan kuda, berambisi mempunyai kuda. Tak hanya itu, yang aku kagum adalah dia tahu semua seluk beluk mengenai kuda,,hebat Jimron.

Satu Chapter favoritku adalah “Baju Safari Ayahku”, disitu bang Andrea mengkisahkan tentang ayahnya. Ayahnya yang pendiam tak seperti ayah-ayah lain. Membaca bagian ini mengingatkanku sama Abah, abahku juga sosok yang tak banyak bicara, tapi luar biasa beliau bagiku * I love u Abah,, dan aku sangat menyetujui pertanyaan bang Andrea “aku belajar bahwa pria pendiam sesungguhnya punya rasa kasih saying yang jauh berlebih dibandingkan pria sok ngatur.” Dibagian ini juga dikisahkan bahwa sewaktu SMA Ikal jarang bertemu ayahnya, nah sama juga kaya aku, yang bahkan hanya enam bulan sekali ketemu Abah. Lagi lagi aku sangat mengiyahkan kata-kata Ikal, “tak setiap hari aku bertemu dengannya, tapi setiap hari aku merindukannya.”

Kisah lain yang membuatku candu pada novel ini adalah kisah cinta antara Arai sang Simpai Keramat dengan Zakiah Nurmala. Zakiah Nurmala seorang gadis yang sangat dicintai Arai. Bahkan sejak pertama kali melihatnya,  saat hari pertama pendaftaran SMA Arai langsung jatuh cinta dengan Zakiah, Sungguh first love never die (kalo kata Mansur teman SMAku). Sudah berates ratus bunga, beratus ratus salam yang khusus dikirimkan Arai pada Zakiah tapi tak satupun terbalas. Aiihh,,,sedihh. Sampai-sampai disitu diibaratkan dengan kata bijak seorang filsuf, “love me or hate me, but spare me with your indifference-cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan abaikan aku.”

Masih dengan struggle Arai untuk memperoleh cintanya Zakiah. Pernah ketika Zakiah ulang tahun Arai menyanyikan lagu khusus yang salah satu liriknya berbunyi “ when I give my heart, it will be completely.” Aiihh Arai kalau aku jadi Zakiah pasti uda melting duluan *oke ini menghayal :p. Eits tapi tidak bagi Zakiah lagi lagi cinta Arai bertepuk sebelak tangan kepada Zakiah. Aku jadi penasaran, secantik apa sih Zakiah sampai segitunya sama Arai.

Intinya novel Sang Pemimpi tidak ada cacatnya bagiku. Sebuah novel yang sempurna dengan khas gaya bahasa, tulisan dan ceritanya. Terpenting lagi bukan novel yang hanya dikarang berdasarkan khayalan, Sang Pemimpi adalah kisah nyata perjalanan hidup Andrea Hirata.  

Novel yang baru melihat covernya saja aku penasaran ini telah kututup dengan kata “Puassss” dan tak sabar menjadi pecandu lagi dengan karya-karya selanjutnya Andrean Hirata. Tetralogi lainnya sudah aku babat habis (Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, dan Cinta di Dalam gelas). Mereka sudah berjejer mengisi rak bukuku :D
Novel-novel karya Andrea Hirata sangat recommended bagi mereka yang tak hanya mempunyai tapi juga mencintai mimpi…

#Jakarta, 08 Mei 2013-Liaa

:: Belajar Menjadi Sedewasa Ituu ::  

Posted by: Unknown



Aku sering dengerin Bukenol cerita, cerita tentang apa saja, tentang suaminya, tentang menantunya, tentang kedua anak lelakinya dan bahkan tentang bisnis kripik singkongnya. Beliau sudah aku anggap ibu, nenek (kenapa nenek? Karena udah punya cucu :D), teman cerita, bahkan beliau sering menasehatiku kalau ada sikapku yang menurut beliau kurang baik.

Asli orang Betawi, baik sekali, saking baiknya kadang aku mikir kok ada yha orang baik kaya Bukenol, padahal aku bukan saudara atau apalah, aku datang dari timur Jawa yang tentunya sangat jauh dari Jakarta tapi beliau menganggap aku kaya saudaranya bahkan anaknya. Bahagia kah? Tentu aku sangat bahagia. Hhmm,, Mungkin aku sudah dianggap sebagai anak perempuannya, karena kedua anak beliau memang laki-laki. Jadi, apa saja beliau ceritakan padaku. Filosofinya sih, pada dasarnya bagi kaum perempuan memang lebih enak cerita dengan sesama perempuan, lebih dapet feel  nya hehe. Kayanya sih itu yang dirakasakan Bukenol saat berbagi cerita padaku.

Mendengarkan cerita beliau seolah aku sedang belajar bagaimana menjalankan kehidupan ketika kita sudah mempunyai rumah tangga sendiri, bersosialisasi dengan tetangga dan emmpp,, banyaklah pelajaran yang aku dapat, salah satunya yha itu. 

Tapi hari ini beda, beliau berbeda. Sepulangku dari kampus terlihat ada yang aneh dari raut wajah Bukenol. Terlihat seperti orang yang abis nangis sesenggukan. Dan pada akhirnya kekepoanku terbayar hehe.. Malam harinya sekitar ba’da maghrib beliau menghampiriku, beliau ceritakan kronologinya padaku. Sempet terharu juga dengan cerita beliau, tapi trus tiba-tiba Bukenol nangis #aku shock! Ciyuss!!. Ini baru pertama kali beliau nangis pas lagi cerita.. Tapi emang akunya kurang pandai atau belum bisa nenangin orang yang lagi nangis apalagi ini orang yang aku anggap ibu, aku bingung harus gimana.. cuman bilang “Bukenol jangan nagis gituu,,”

Oke. Intinya aku shock, kaget tentunya! Aku belum sedewasa itu,, yang harus siap saat ada orang yang lebih tua dari aku curhat disetai dengan tangisan, malah akunya yang kebawa haru hiks T_T. Biasanya kan aku dengerin temen-temen yang lagi cerita sambil nangis. Taapi kali ini, aaahhhh cuman mau bilang “Ibu maav aku ngga bisa ngapa-ngapain…” hiks..
Tapi kejadian malam ini bener-bener membuat aku belajar bahwa, 

setiap orang tuh butuh teman berbagi, berbagi keluh kesah senang ataupun sedih.”

Tak terkecuali aku juga!! Dan selalu belajar menjadi pendengar curhat yang tidak hanya mendengar tapi mampu berbagi solusi atau paling engga yhaa bisa nenangin perasaan seseorang yang lagi curhat sama kitalah.. hehe yha ngga??

Secara tak sadar dan mengalir begitu saja doaku, “yha Allah semoga masalahnya Bukenol cepet selesai..amiinn..”

Jakarta, 03 Mei 2013_Liaa

:: BERPERASA ::  

Posted by: Unknown


Kenapa ada rasa,
Kalau tak mau merasa!
Saya bingung dengan rasa
Maunya hanya dirasa
Tanpa berperasa..

Tapi rasa itu sudah dicipta
Bagi setiap yang berperasa
Yang hidup tentunya!
Sekali lagi ..
Kenapa ada rasa,
Kalau tak mau merasa?!
Heh..
Berbahagialah kau yang mempunyai rasa dan mampu merasa..

Jakarta, 29 April 2013~Liaa

Ini Dia Jagoanku,,  

Posted by: Unknown



Makhluk paling ganteng kedua setelah Abah di keluarga kami adalah Hamdan. Si doi adalah jagoannya Ibu, jagoannya Abah, jagonku juga #tak mau kalah :D, jagoannya Qori juga deh, jagoan kita semuaaa heheh. Yaiyalah,, dari tiga bersauda dialah satu-satunya laki-laki diantara aku dan qori, adeku yang kedua..


Muhammad Hamdan Alamalhuda, nama yang begitu indah yang Abah Ibu berikan untuk si bungsu. “Si teng” adalah panggilan sayang ibu.  Aku biasa panggil dia dengan panggilan “le”. Le adalah bahasa Jawa, yang berarti anak lanang sedangkan dalam bahasa Indonesia berarti anak laki-laki.

Lahir 13tahun yang lalu, tepatnya tanggal 5 Desember 2000. Itu dia fotonya, cakep kan?? Heheh
Itu foto aku ambil saat pulang kampung kemarin, emm sekitar 4bulan yang lalu. Kebetulan setelah transit di stasiun Malang, Abah menyarankan agar langsung ke pesantrennya si ganteng ini. Jarak dari stasiun Malang tidak terlalu jauh, yasudah aku nurut aja, lagian aku juga sangat kangen sama Hamdan..

Oiyah, saat ini doi lg di pesantren, dia sendiri loh yang mengajukan diri ke Abah Ibu untuk belajar di pesantren  selepas dari SD. Wahh emang keren adeku yang satu ini. Yang membanggakan lagi adalah ketika aku mengunjunginya di pesantren saat itu dia cerita kalau dapat Ranking di SMP, “Neng,,,aku juara I SMPne. Trus Diniyah juara 3..Hadiahe endi?? oiyo aku dadi vokalis marawis pisan!" #sambil menengadahkan tangan. Heheh

Langsung kujawab, “pinterrr, mau hadiah opo pean??”
Dia langsung melirik genit kearah jaket yang kupakai, kebetulan waktu itu aku memakai jaket Club sepakbola Chealse dan aku langsung “ngeh” maksutnya. “eiitss..ojo ini lee, nantik ae tak belikno..mau yang Club opo?”
Dia lngsung jawab, “Juventus neng!”. Aku balas dengan mengacungkan jari jempolku pertanda “siip” iyah nanti aku belikan yhaa,, :D

Setelah sampai di Jakarta aku langsung hunting  pesenan Hamdan, Alhamdulillah dapet dan langsung aku paket kilat~in ke Ibu, biar nanti diberikan ke hamdan. Kata Ibu, Hamdan senyum-senyum, (kesenengan pasti) pas nerima hadiah dari aku, dan bilang “entar dibeliin opo lagi yho sama neng Lia buuk hehe..”

Sebagai seorang sulung dikeluarga, honestly aku sangat pengen menjadi contoh yang baik bagi adek-adekku..jagoanku. Dan semoga apa yang aku lakukan selama ini, ngga banyak sihh tapi paling engga bisa bikin mereka senang punya kaka aku hehe..

Semogaa..

Luv yu jagoanku :* ~Hamdan & Qori~